Produk Sendiri vs Tiket Klien: Gapai dan Barakah Furqan
Membangun Gapai dan Barakah Furqan memaksa saya mengurus toko aplikasi, pembayaran, dan dukungan pengguna. Itu pelajaran yang jarang muncul saat hanya menutup tiket klien.
Di tiket klien, “selesai” sering berarti “sudah di-merge”
Sebagian besar karier saya diukur dari pull request dan demo sprint. Itu sah. Tetapi ukuran itu menyembunyikan pekerjaan setelah rilis: orang yang bingung, pembayaran yang gagal, ulasan satu bintang, dan fitur yang Anda tambah karena bosan, bukan karena dibutuhkan.
Gapai dan Barakah Furqan adalah produk yang saya tanggung sendiri. Gapai membantu persiapan seleksi — SKD CPNS, bakat skolastik, UTBK–SNBT, psikotes, mock interview. Barakah Furqan adalah aplikasi Al-Quran: terjemahan, tafsir, latihan tilawah, waktu shalat, kiblat, dan pengingat.
Gapai: latihan yang harus terasa adil
Produk persiapan tes mudah tergelincir menjadi bank soal yang menumpuk. Yang saya kejar adalah sesi latihan yang bisa diselesaikan, umpan balik yang bisa dipahami, dan mock interview yang tidak terasa seperti tipu-tipu kecerdasan. Jika AI dipakai, ia harus mengoreksi atau menirukan wawancara, bukan mengganti materi yang seharusnya akurat.
Pembayaran lewat Xendit membuat saya berhadapan dengan state yang tidak ada di demo: pending, kadaluarsa, dibayar dua kali, dikembalikan. Halaman sukses yang muncul sebelum status final adalah utang kepercayaan.
Barakah Furqan: ritme harian, bukan streak palsu
Aplikasi ibadah hidup di saku orang setiap hari. Waktu shalat yang salah di satu kota merusak kredibilitas lebih cepat daripada bug tema. Notifikasi sahur hanya berguna jika tepat dan bisa dimatikan tanpa berkeliling tiga menu.
Latihan tilawah dengan umpan balik suara terdengar canggih. Yang lebih penting adalah pemutaran ayat yang tidak patah, terjemahan yang jelas, dan navigasi ke ayat tertentu tanpa drama. Saya menaruh kecanggihan di belakang keandalan.
Yang berubah pada cara saya menerima tiket klien
Setelah mengurus produk sendiri, saya lebih sering bertanya: siapa yang akan menerima keluhan ini pada pukul 21.00? Jika jawabannya “tidak ada”, fitur itu belum berhak hidup. Saya juga lebih menolak lingkup yang hanya indah di presentasi.
Kepemilikan membuat selera fitur menjadi lebih kejam — dan itu baik.
Kesimpulan
Saya tetap mengerjakan proyek klien. Tetapi Gapai dan Barakah Furqan menjaga saya tetap dekat dengan pengguna akhir. Jika Anda hanya pernah menutup tiket, buat satu produk kecil yang Anda sendiri harus dukung selama tiga bulan. Selera engineering Anda akan berubah.