Kembali ke Blog
·oleh Andi Irsandi Ramadani

Yang Sebenarnya Saya Kerjakan di Produk Web3

Di Raijin Technologies saya mengerjakan commerce NFT dan Oeno Bank. Di balik kata blockchain, pekerjaan hariannya adalah alur bayar, peran pengguna, dan UI yang tidak boleh berbohong soal status.

Bukan esai tentang masa depan token

Tahun 2022–2023 saya bekerja sebagai fullstack developer di Raijin Technologies, perusahaan Singapura yang membuat produk Web3 dan fintech. Secara resmi, saya mengerjakan platform commerce NFT dan pembayaran lewat Moralis, plus UI Oeno Bank. Secara harian, saya mengerjakan hal yang sama dengan produk biasa: formulir, state, error, dan orang yang tidak membaca footnote.

Saya menulis ini karena banyak tulisan Web3 hanya mengulang narasi. Saya ingin mencatat pekerjaan yang sebenarnya, tanpa menjual hype dan tanpa berpura-pura domain ini suci.

Commerce NFT: status lebih penting dari animasi mint

Di platform commerce, pengguna ingin tahu apakah item tersedia, apakah pembayaran sudah dikunci, dan apa yang terjadi jika jaringan macet di tengah jalan. Integrasi blockchain menambah jeda dan kegagalan yang tidak ada di checkout kartu biasa. UI yang berpura-pura instan akan membuat orang menekan tombol dua kali.

Moralis mempercepat akses data on-chain, tetapi tidak menghapus kebutuhan pemetaan ke model bisnis: siapa pemilik listing, kapan order kadaluarsa, bagaimana refund dijelaskan tanpa istilah yang menakutkan. Saya menghabiskan waktu di situ, bukan di perdebatan gas fee di ruang tamu.

Oeno Bank: gudang, kurir, dan marketplace

Oeno Bank (sebelumnya terkait Boxpack) adalah platform gudang dan marketplace untuk barang berharga seperti wine. Depositor menyimpan item, melacak lokasi rak, meminta masuk/keluar lewat kurir, dan bisa memasarkan koleksi. Perannya banyak: pengguna, kurir, manajer gudang, superadmin.

Begitu peran bertambah, bug otorisasi menjadi bug bisnis. Kurir tidak boleh melihat harga lelang yang tidak relevan. Manajer gudang perlu lokasi rak, bukan narasi brand. Superadmin perlu jejak, bukan dashboard yang ramai. Saya merancang UI per peran, bukan satu layar yang disembunyikan tombolnya dengan CSS.

Pelajaran yang tetap relevan di luar Web3

  • Jangan menampilkan status final sebelum sistem benar-benar final.
  • Jelaskan kegagalan dengan langkah berikutnya, bukan dengan kode transaksi mentah.
  • Multi-role yang tumbuh tanpa matriks izin akan pecah diam-diam.

Kesimpulan

Saya tidak sedang mengajak siapa pun “masuk crypto”. Saya sedang mencatat bahwa produk yang memakai blockchain tetap diadili seperti produk lain: apakah orang mengerti apa yang baru saja mereka lakukan, dan apakah sistem jujur saat sesuatu gagal. Itu standar yang saya pakai lagi di Stripe, Xendit, dan QRIS.